Cara Jitu Membuat Burung Ciblek Bahan Makan Voer Total

Cara Jitu Membuat Burung Ciblek Bahan Makan Voer Total
Cara Jitu Membuat Burung Ciblek Bahan Makan Voer Total
BabeKicau.Com - Burung Ciblek adalah burung pengicau yang mempunyai suara khas dengan volume kencang. Ciblek mempunyai variasi suara tembakkan hingga ngebren yang rapat layaknya suara senjata api yang diletuskan.

Burung yang mempunyai bodi ramping, dengan panjang kurang lebih 13 cm bila diukur dari ujung paruh sampai ujung ekor ini mempunyai jiwa petarung yang tinggi  (khusus burung berkelamin jantan). Jika dihadapkan dengan lawannya, akan keluar gaya tarungnya sambil menaikkan ekor serta menaik-turunkan badannya. Sesekali ia pun mengeluarkan suara khas dan mengepakkan sayapnya.

Ciblek termasuk burung yang sangat diminati kicau mania di Indonesia. Ciblek terdiri atas beberapa jenis diantaranya Ciblek Kristal, Ciblek Semi (dakun), Ciblek Sawah, dan Ciblek Gunung. Untuk burung Ciblek Kristal sendiri harganya lebih mahal dan sedikit langka di alam liar dibanding ketiga jenis lainnya. Sehingga tak mudah bagi kicau mania mendapatkan Ciblek Kristal Bahan diombyokkannya yang biasa toko-toko burung sediakan.

Untuk jenis Ciblek Semi, Ciblek Sawah, Ciblek Gunung sering sekali kicau mania temukan ombyokkannya dan dengan mudahnya mendapatkan ketiga jenis burung ini di toko burung. Harganya pun relatif terjangkau, hingga banyak dibeli untuk dipelihara.

Meskipun harga Ciblek Bahan tangkapan liar ini relatif murah, tetapi bukan perkara mudah untuk kita memeliharanya. Berdasarkan pengalaman kicau mania yang pernah membeli, banyak sekali mengalami kematian. Bahkan beberapa kali membeli dan mencoba kembali, tetap saja mati. Ad yang membeli pagi hari, sore harinya sudah mati. Burung yang terlihat di toko sehat sampai di rumah ditaruh di kandang, beberapa jam kemudian mati. Hal ini memang disebabkan karena Ciblek tangkapan liar tingkat stresnya tinggi. Sehingga apabila kita tidak dapat menanganinya dengan baik, Ciblek Bahan yang kita beli akan sia-sia karena mati.

Berikut beberapa tips dari Babe Kicau dalam menangani Burung Ciblek Bahan agar mau makan voer:

1. Pemilihan jenis kelamin
Sebelum kita melakukan tahap pengepuran, alangkah baiknya bila kicau mania memilih Ciblek yang berjenis kelamin jantan. Hal ini dikarenakan Ciblek jantan mempunyai variasi suara yang lebih bagus ketimbang burung betina yang hanya bersuara monoton. Dalam memilih Ciblek jantan, kicau mania dapat melihatnya dari bawah paruh yang berwarna setengah hitam (remaja) atau full warna hitam (dewasa), tidak memiliki alis, dan warna kuku berwarna keruh. Sebaliknya apabila dibawah paruh berwarna putih, memiliki alis dan kuku putih bersih, dapat dipastikan Ciblek tersebut berkelamin betina.

2. Burung yang sehat
Langkah selanjutnya yang perlu kita perhatikan dalam membeli Ciblek Bahan adalah memilih Ciblek yang sehat dengan ciri: burung terlihat aktif bergerak, gesit/lincah dan mau makan ulat yang disediakan dalam cepuk. Hal ini menjadi faktor penting, karena banyak dari kicau mania yang memilih burung bahan dilihat dari sisi bodinya saja, tongkrongan pada saat nangkring, tatapan matah yang tajam, dsb. tanpa memikirkan kondisi burung yang dipilih apakah benar-benar dalam kondisi sehat.

3. Kerodong 
Gunakan kerodong berwarna cerah yang dapat tembus cahaya. Hl ini bertujuan agar burung dapat melihat dimana tempat pakannya. Penggunaan kerodong yang gelap akan mempersulit burung untuk makan, sehingga tidak ada asupan makanan di temboloknya dan dapat menimbulkan kematian. Lakukan full kerodong selama 5 hari, lalu di hari-hari berikutnya buka sedikit-sedikit kerodong dengan melipat bagian bawah keatas hingga burung sudah benar-benar voer total. Setelah itu baru kita bisa membuka kerodongnya secara full. Cara ini dilakukan agar Ciblek Bahan perlahan-lahan dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungan barunya.

4. Peletakkan kandang
Letakkan/gantung kandang di tempat yang sepi dan usahakan di tempat yang ada masuk cahaya matahari, walaupun sinarnya tidak mengenai langsung kandang. Hal ini bertujuan agar burung dapat beradaptasi dengan baik, serta hangatnya sinar matahari dapat menjaga kestabilan burung.

5. Mandi dan jemur
Selama proses pengepuran jangan pernah memandikan burung  dan menjemurnya di bawah sinar matahari langsung. Hal ini karena burung bahan pada tahap pengepuran belum dapat makan dengan maksimal, sehingga kandungan gizi yang masuk ke tubuhnya belum sempurna. Jadi apabila dimandikan dan jemur, daya tahan burung kurang baik sehingga akan mengalami kedinginan. Bila sudah demikian selera makan berkurang dan dapat mengakibatkan kematian. Proses pemandian dan jemur baru dapat dilakukan apabila burung sudah benar-benar voer total.

6. Pakan dan minum
Pada hari pertama dan kedua setelah burung kita masukkan dalam kandang, berikan dua pilihan pakan yang berbeda, diantaranya ulat hongkong hidup dan kroto dengan cepuk (isi penuh pakannya) yang berbeda. Jangan berikan voer sama sekali. Lalu berikan air minum di cepuk dan berikan vitamin harian. Setelah itu diamkan selama dua hari tanpa dilihat-lihat.

Pada hari ketiga kita cek dan lihat kembali burung. Pada cepuk pakannya nanti akan terlihat pakan mana yang digemari Ciblek Bahan tersebut. Apabila ia menghabiskan ulat hongkongnya dan menyisakan banyak kroto, berati langkah selanjutnya kita bisa menggunakan ulat hongkong dan hentikan sementara pemberiaan kroto. Begitupun sebaliknya, lalu lakukan langkah-langkah berikut ini:

Pada cepuk pakan burung isi ulat hongkong/keroto dan campur dengan voer malau dengan perbandingan ulat hongkong/keroto 80% voer malau 20%, lalu teteskan air dengan menggunakan jari sebanyak 3 x dan diaduk. Fungsi dari air yang diteteskan berguna untuk membuat voer malau menjadi basah, sehingga dapat menempel pada ulat hongkong/kroto. Cara seperti ini akan mempercepat proses pengepuran. Sediakan pakan tersebut agar dapat digunakan sampai hari keempat.

Pada hari kelima dan keenam, lakukan langkah yang sama seperti di atas tetapi untuk porsi pakan ulat hongkong/keroto dikurangi, sedangkan voer malau ditambah dengan perbandingan 50% : 50%.

Pada hari ketujuh dan kedelapan, lakukan langkah yang sama seperti di atas dengan perbandingan ulat hongkong/keroto 20% dan voer malau 80%.

Pada hari kesembilan dan kesepuluh, biasanya apabila burung masih bertahan hidup dapat dipastikan Ciblek Bahan sudah memakan Voer (kicau mania dapat memastikan dari kotorannya yang berbentuk coklat padat). Untuk itu kita berikan voer malau 100% pada cepuk lalu berikan ulat hongkong pagi, siang dan malam 5 ekor taruh di atas cepuknya tanpa diteteskan air dan berikan ekstra makanan tambahan (keroto) taruh dicepuk yang berbeda. Jika sudah memakan voer, rawatlah Ciblek tersebut dengan baik agar dapat berkicau dan menyenangkan hati.

Note:
  • Pemberiaan ulat hongkong pada masa pengepuran diberikan dengan cara potong sebagian ulat menjadi 2 bagian, sebagian lagi biarkan utuh lalu aduk dengan voer.
  • Voer yang sudah tercampur air, ulat hongkong/keroto apabila belum bau tidak perlu diganti. Sedangkan untuk air minum harus diganti 2 hari sekali. Usahakan campur dengan vitamin harian yang diteteskan ke cepuk air minum
  • Selain ulat hongkong dan keroto, kita bisa menggunakan ulat kandang pada saat proses pengepuran.
  • Apabila burung sudah makan voer, untuk pemberiaan ulat hongkong wajib diberikan harian (dapat diberikan 3-5 ekor pagi, siang, malam) dan dapat diselingi keroto, karena ulat hongkong/keroto memiliki kandungan protein yang tinggi. Selain itu di alam bebas burung Ciblek Bahan tidak pernah makan voer, melainkan memakan serangga. Jadi apabila kita dalam merawatnya hanya memberikan voer saja, burung dapat dipastikan akan kekurangan gizi dan lama kelamaan akan mati.
Selamat mencoba dan semoga berhasil...!

Salam,

Babe Kicau

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Jitu Membuat Burung Ciblek Bahan Makan Voer Total"

Post a Comment